Wednesday, Apr 16th

Last update02:19:20 PM GMT

tv7Online MEDIA ONLINE IDEALIS REALISTIS

Korupsi PTPN XII Surabaya, Pejabat PTPN Diincar Kejati

E-mail Cetak PDF

Surabaya | tv7online  – Tak cukup menetapkan tersangka dari pihak rekanan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kini mulai mengincar pejabat PT Perkebunan Nasional XII Surabaya dalam kasus dugaan korupsi pelelangan proyek pengadaan senilai Rp. 17 miliar.

Kasie Penkum Kejati Jatim, Muyono, SH“Nantinya pasti ada pejabat PTPN XII yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Mulyono SH, Rabu (7/3).

Sayangnya, saat didesak siapa pejabat yang menjadi incaran Kejati, Mulyono enggan membeberkan. Dia berjanji akan membuka nama tersangka tambahan setelah ada petunjuk kuat dari hasil pemeriksaan terhadap MS, tersangka kasus ini.

Diberitakan sebelumnya, Kejati menyidik dugaan korupsi di lingkungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Surabaya. Dugaan korupsi tersebut terkait pelelangan pengadaan pupuk. Satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang menelan kerugian keuangan negara senilai Rp 17 miliar.

Tersangka yang dimaksud adalah MS. “Dia, adalah direktur CV SUS,” ungkap Mulyono Senin (5/3) kemarin. Kasus ini bermula dari diadakannya proyek pengadaan pupuk Urea di PTPN XII pertengahan 2011 lalu. Nilai proyek itu Rp. 23,300 miliar. Pemenang lelang proyek tersebut adalah CV SUS. Sesuai kontrak, pupuk yang seharusnya direalisasikan adalah pupuk nonsubsidi. “Setelah dilakukan penyidikan, ternyata pupuk pupuknya bersubsidi,” ujarnya.

Diduga terjadi korupsi karena harga pupuk bersubsidi yang direalisasikan rekanan terpaut jauh dibanding harga pupuk nonsubsidi sebagaimana diminta. Dari anggaran Rp. 23,300 miliar, hanya Rp. 5 miliar yang terserap.

Berdasar hal tersebut, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim lantas menyimpulkan telah terjadi korupsi sebesar Rp. 17 miliar. Uang tersebut telah disita Kejati dari rekening PTPN XII di Bank Mandiri.

Mulyono mengatakan, pejabat PTPN XII ikut diincar sebagai tersangka karena dalam proyek pelelangan pasti melibatkan dua pihak, yakni perusahaan peserta lelang, yang kemudian dimenangkan CV SUS, dan pihak penyelenggara lelang (PTPN XII). “Jadi tidak mungkin kalau hanya satu pihak saja yang terlibat kasus ini,” jlentrehnya.

Guna menelusuri kasus itu, kata Mulyono, pekan depan akan dilakukan pemanggilan pihak PTPN XII. “Pemanggilan itu kami lakukan agar pihak PTPN XII yang kami panggil bisa kami lakukan pemeriksaan terkait kasus korupsi ini,” jelas Mulyono. (toha)

Visitor

Facebook Fan Page

Tweet Update